Amplop Budget, Cara Lama nan Ampuh untuk Bantu Atur Pengeluaran Belanja Bulanan-mu.

Pernah mengalami defisit keuangan? Atau uang habis sebelum gajian datang. Diluar dari besar kecilnya penghasilan kita, salah satu penyebab terbesar adalah kita kurang tepat cara dalam mengatur pengeluaran bulanan.

Banyak cara dalam mengatur pengeluaran bulanan kita, salah satunya adalah dengan pembagian pos melalui amplop. Nemu Rumah menyebutnya sebagai Amplop Budget. Cara ini memang konvensional yah :), namun dijamin ampuh.
Berikut saya coba jelaskan.

Misal gaji suami dan istri jika digabung jumlahnya10jt per bln.

Langsung kurangi (transfer atau setor) untuk pengeluaran wajib. Contoh pengeluaran wajib adalah sbb:
– cicilan rumah => 3jt
– cicilan motor => 800rb
– hutang ke teman, saudara, dan lainnya => 0
– dana bulanan untuk orangtua => 1jt
– zakat 2,5% => 250rb
– tabung 10%  => 1jt

Total semua pengeluaran wajib diatas adalah sebesar 6,05jt, berarti sisa saldo sebesar 3,95jt.

Pengeluaran wajib adalah pengeluaran prioritas, yakni harus diutamakan untuk ditunaikan terlebih dahulu saat terima gaji.

Dan sisa gaji setelah dikurangi pengeluaran wajib, kita atur agar tidak minus sebelum gajian datang bulan berikutnya. Caranya: Siapkan beberapa amplop dan pulpen. Tulis masing2 amplop pos rencana/budget pengeluaran rutin bulanan.

Sisa saldo 3,95jt tadi displit ke beberapa amplop, diantaranya:

Amplop 1: operasional kerja =>1,2jt
Amplop 2: belanja bulanan => 1,5jt
Amplop 3: bayar listrik dan pulsa HP => 400rb
Amplop 4: makan diluar dan silaturahmi => 350rb
Amplop 5: Dana darurat => 500rb

* penentuan jumlah uang pada pengeluaran wajib dan pada masing2 amplop bisa berbeda pada setiap orang. Teman2 bisa tentukan sesuai kondisi masing2.

Amplop 1: Operasional Kerja

Adalah amplop untuk menyimpan uang keperluan operasional ke tempat kerja.

– pilih apa saja aktivitas di tempat kerja yg membutuhkan dana pribadi: seperti makan siang, ongkos berangkat dan pulang, jajan (jika perlu).
– hitung jumlahnya dengan cara kalikan sebanyak jumlah hari kerja dalam 1 bulan.

Amplop 2: Belanja Bulanan

Amplop ini digunakan hanya untuk keperluan rutin bulanan, seperti:
– belanja makanan/bahan pokok untuk sebulan
– Gas, Air, dan keperluan dapur lainnya
– Kosmetika, sabun, dll.
– Buah dan sayuran
– dan belanja rutin lainnya.

Pastikan hanya yang dibutuhkan yang akan kita beli. Dan saat belanja bawalah daftar belanja yang sudah dibuat.

Amplop 3: Bayar Listrik dan Pulsa HP

Besar kecilnya alokasi uang di amplop ini tergantung dari pemakaian listrik dan pulsa hape kita. Kita bisa tentukan dari rata2 pemakaian normal listrik dan hape.
Misalnya, Jika sudah ditentukan budget untuk beli kuota internet adalah 3gb, usahakan tidak boros dalam pemakaiannya, dsb.

Amplop 4: Makan Diluar dan Silaturahmi

Sesekali ajak keluarga menikmati suasana berbeda saat makan. Ajak makan keluarga di luar rumah tidak selalu harus ditempat mahal. Tempat berkesan tidak selalu tempat yang mahal.
Kunjungi juga teman dan saudara terdekat, jangan biarkan tali silaturahmi mengendor. Untuk berkunjung tidak selalu harus bawa barang2 mahal, barang berkesan dan bermanfaat juga tidak selalu mahal.

Amplop 5: Dana Darurat

Uang yang sudah dialokasikan di amplop ini tidak harus selalu dihabiskan. Amplop ini hanya digunakan ketika hal2 yang darurat, seperti: anggota keluarga sakit, teman membutuhkan bantuan, iuran warga, dll.
Ketika amplop ini tidak tersalurkan di suatu bulan, masukkan ia ke pos tabungan yang ada di kategory Pengeluaran Wajib, ia akan menambah saldo tabungan kita. Atau bisa juga disalurkan untuk sedekah ke orang atau suatu tempat yang sudah disepakati dengan pasangan.

Contoh rekap amplop budget di atas, sbb:

+Gaji 10jt per bln.

Pengeluaran wajib:
– cicilan rumah => 3jt
– cicilan motor => 800rb
– hutang ke teman, saudara, lainnya => 0
– dana bulanan untuk orangtua => 1jt
– zakat 2,5% => 250rb
– tabung 10%  => 1jt

– Amplop 1: operasional kerja =>1,2jt
– Amplop 2: belanja bulanan => 1,5jt
– Amplop 3: bayar listrik dan pulsa HP => 400rb
– Amplop 4: makan diluar dan silaturahmi => 350rb
– Amplop 5: Dana darurat => 500rb

===>> Gaji 10jt habis dengan terpola.
Screenshot_2016-04-20-06-09-27_com.google.android.apps.docs.editors.slides
Kunci Sukses
#Seberapapun kita pintar dalam merinci dan membagi2 uang ke dalam pos2 tertentu. Jika kita tidak disiplin dalam menggunakan sesuai posnya, maka hasilnya tidak akan baik.
#Seberapapun besar gaji kita sebulan. Jika kita tidak mengaturnya, maka gaji habis tanpa terpola. Sebaliknya gaji sekecil apa pun jika kita memiliki kesadaran mana yang utama dan mana yg tidak, kita akan bahagia dengan nominal yg kecil.
#Hal sulit lainnya adalah kita diharuskan mampu mengendalikan diri dan menahan keinginan berbelanja yg tidak perlu, berlaku untuk setiap anggota keluarga.

Mungkin pada bulan pertama dan kedua akan selalu banyak kendala. Entah itu salah dalam membuat budget, anggota keluarga yang masih harus diedukasi, dan sebagainya.
Wajib pake bingit, program amplop budget ini perlu disadari bersama dengan pasangan.

Selamat mencoba ya teman-teman..

Cara Cek Saldo JHT Secara Online

Selama ini kita rutin mendapatkan print out/Slip saldo dana Jaminan Hari Tua (JHT) dari Jamsostek sekali setiap tahun. Sayangnya, bagi yang sudah pindah kerja/perusahaan sulit untuk menerima print out tersebut. Pun bagi kita yang ingin mengecek saldo di tengah tahun harus menunggu hingga awal tahun depan. Maka dari itu Jamsostek/BPJS memberikan pelayanan cek saldo mandiri atau disebut BPJSTK Personal Service.

Sesuai dengan penjelasan di website nya bahwa Personal Service adalah layanan untuk peserta khusus tenaga kerja untuk mendapatkan informasi Saldo JHT dan Rincian Saldo JHT tahunan. Tersedia juga informasi Profil perserta, simulasi Saldo JHT dan Formulir pengajuan Klaim online. Tampilan depan halaman login seperti di bawah ini.

Login Personal Service BPJSTK

Login Personal Service BPJSTK

Syarat untuk menggunakan fasilitas ini, sangatlah mudah. Kita harus mendaftarkan diri secara online dulu dengan langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Pertama, masuk ke Continue reading

Pindah Kerja Untuk Karir Yang Lebih Baik

Pindah kerja adalah hal yang lumrah untuk dilakukan. Selama proses pindah kerja tersebut dilakukan dengan cara yang baik. Misalnya mengikuti prosedur resign di perusahaan tersebut. Kebanyakan perusahaan mengharuskan karyawannya yang akan resign untuk memberi waktu pemberitahuan 1 bulan sebelum resign. Waktu sebulan ini bisa digunakan untuk transfer knowledge ke atasan, rekan atau bawahan kerja. Selain itu juga bisa untuk menyelesaikan pending-an kerjaan, realisasi pengajuan kasbon, dll.

Saya sendiri sejak bekerja awal 2009 sudah pernah pindah 3 kali. 2 diantaranya pernah pindah di saat masih masa percobaan, hanya 1 – 2 bulan bekerja. Alasannya macam-macam, karena tidak cocok dengan model kepemimpinan atasan, atau ditawari untuk kembali di perusahaan yang lama dengan penawaran yang baik.


Dari pengalaman ini saya menyimpulkan ada beberapa tips untuk rekan yang ingin pindah kerja karena karir yang mentok dan menginginkan perusahaan dengan karir yang menjanjikan.

1. Jika saat ini kita bekerja di perusahaan kecil – menengah dan dilihat jenjang karir di situ tidak terbuka. Coba lah untuk Continue reading

Bayar Kuliah dan Cicilan Motor dengan Gaji 3 Jt di Jakarta

Seorang teman di internet bertanya: Bagaimana cara mengatur penghasilan 3 jt sebulan untuk bisa hidup di Jakarta. Sedangkan dia harus membayar kuliah dan cicilan motor.

Berikut adalah skema anggaran yang saya buat mungkin bisa membantu buat teman ini, dan juga buat anda yang sudah bekerja dengan penghasilan 3jt di Jakarta dan ingin kuliah dan mengambil cicilan motor.

Simulasi Anggaran untuk Gaji 3 Jt di Jakarta

Simulasi Anggaran untuk Gaji 3 Jt di Jakarta

Penjelasan penomoran di atas sbb:
1. Gaji anda sebulan
2. Tabungan (nilainya 5% dari total Gaji), Kata pakar Keuangan idealnya budget menabung adalah 10% dari Penghasilan. Namun untuk saat ini kita alokasi kan dulu 5%.
3. Sedekah. Angka ini bebas sesuai kemampuan kita saja. Pada gambar di atas budget sedekah adalah 1% dari penghasilan.
4. Jumlah penghasilan setelah dikurangi tabungan dan sedekah sebesar 2,82 Jt.
Angka ini akan kita distribusikan lagi ke Kelompok Pengeluaran: Kebutuhan Primer, Pengeluaran Wajib, dan lain-lain.

5. Biaya makan untuk sebulan adalah 750 rb. Rinciannya adalah sbb:
– Sarapan: 5rb
– Makan siang: 10rb
– Makan malam: 10rb
Total = 25rb dikali 30hari = 750rb
Tidak semua di Jakarta itu mahal, kita bisa cari warung yang murah dan jadi langganan. Bisa saja warung di sekitar kantor atau di sekitar kampus. Saya sendiri saat ini makan siang di area Sudirman biasanya menghabiskan 9rb-13rb.
Harga makan 9rb itu nasi+telur+sayur.

6. Galon Air, anggarannya 32rb. 2 galon x 16 rb untuk sebulan. Cukup 2 galon saja karena kita hanya minum di malam hari dan weekend, siang hari bisa di kantor.
7. Sabun, Odol, detergen, anggarannya 40rb.
8.Bensin 180rb: 15rb x 12kali isi. asumsi pengisian seminggu 3 kali.

Kita masuk ke Setoran Wajib Continue reading

Cara Mencairkan Dana JHT Jamsostek

Saya mulai bekerja dari Januari 2009 di sebuah perusahaan yang sudah mendaftarkan diri ke Jamsostek. Karenanya setiap bulan, di gaji saya ada potongan sebesar 2% untuk jamsostek atau JHT (jaminan Hari Tua). Perusahaan juga memberi sebanyak 3,7% dari gaji saya untuk di setorkan ke Jamsostek. Jadi setiap bulan, 5.7% masuk ke saldo jamsostek saya.

3 tahun 10 bulan saya resign dari perusahaan pertama, saya berniat mencairkan dana jamsostek ini. Namun peraturan dari jamsostek, dana JHT bisa dicairkan dengan syarat keluar dari perusahaan dengan masa kepesertaan lima tahun dan masa tunggu 1 bulan. Ini berarti saya masih harus menunggu kurang lebih 15 bulan.

Singkatnya, tibalah hari pencairan jamsostek. Saya coba telpon call center Jamsostek untuk mengetahui kantor cabang jamsostek terdekat. Di wilayah Jakarta Selatan ada 3 kantor cabang, yakni Mampang, Sudirman, dan Gatot Subroto. Saya pilih mencairkan di kantor cabang, Menara Jamsostek, Gatot Subroto, dan langsung hari itu juga saya melaju ke sana. Pukul 09.30 WIB saya sampai di Menara Jamsostek dan langsung menuju lantai 2. Sudah banyak orang disana dengan berbagai kepentingan, ada yang mencairkan JHT, setor Jamsostek, dll.

Saya gambarkan dalam mencairkan dana JHT ini, ada beberapa langkah sebagai berikut yang harus ditempuh:

 

Cara Mencairkan Dana JHT Jamsostek

Nyampah di Kantor

Minggu lalu saya mengunjungi salah satu pabrik company group tempat saya bekerja. Lokasi pabrik ini di daerah Citereup. Pemandangan pertama yang disuguhkan saat saya memasuki ruang office-nya adalah meja kerja dengan kabel listrik dan kertas yang berantakan.

Saya heran kenapa bisa ya mereka nyaman bekerja dengan suasana kantor seperti itu?
meja yang berantakan
Saya teringat perusahaan pertama saya bekerja. Kantornya tak begitu luas, namun budaya kebersihan dan kerapihan area kerja benar-benar digalakan. Dan rasanya jadi seperti rumah, nyaman.

Soal nyaman atau tidak memang relatif, karena banyak faktor yang mengelilinginya. Ada juga perusahaan sebelumnya, area kerja bersih dan rapih. Tapi yang saya rasa tidak seperti rumah. Orang-orang yang menghuninya kerap Continue reading

Salah Paham Soal Kepemilikan Apartemen

Buat yang lagi galau mau beli apartemen. Saya ada sedikit rangkuman dari internet buat anda, perihal: Sertifikat dan Hak Milik.

Status sertifikat apartemen adalah Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (HMSRS) atau biasa disebut dengan strata title. Kenapa disebut strata title adalah karena pemilik apartemen hanya memiliki mutlak unit apartemen tersebut, namun ada “bagian bersama” dan “benda bersama” yang dimiliki secara bersama oleh para penghuni apartemen, seperti: kolam renang, lobi, lift, dll.
modern-apartemen
Saya pernah nonton acara tv yang dipandu Deddy Corbuzier, dia sempat mengatakan ke salah satu anggota Cowboy Junior yang baru membeli apartment, bahwa apartemen itu kepemilikannya terbatas hanya sampai 15 tahun. Saya penasaran dan cari tau menurut orang yang bekerja di bagian legal, kepemilikan apartemen itu tidak terbatas, khan dia sudah dapat sertifikat Hak Milik. Tapi yang harus kita perhatikan adalah status dari tanah dimana apartemen itu dibangun.

Biasanya developer menggunakan status HGB = Hak Guna Bangunan yang hanya memiliki jangka waktu Continue reading